Selasa, 15 Januari 2019

SAMPAH DAN PERMASALAHANNYA



SAMPAH merupakan masalah yang dihadapi hampir seluruh Negara di dunia. Tidak hanya di Negara-negara berkembang, tetapi juga di negara-negara maju, sampah selalu menjadi masalah. Rata-rata setiap harinya kota-kota besar di Indonesia menghasilkan puluhan ton sampah. Sampah-sampah itu diangkut oleh truk-truk khusus dan dibuang atau ditumpuk begitu saja di tempat yang sudah disediakan tanpa apa-apakan lagi. Dari hari kehari sampah itu terus menumpuk dan terjadilah bukit sampah seperti yang sering kita lihat. Sampah yang menumpuk itu, sudah tentu akan mengganggu penduduk di sekitarnya. Selain baunya yang tidak sedap, sampah sering dihinggapi lalat. Dan juga dapat mendatangkan wabah penyakit.
            Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”.(KamusIstilahLingkungan, 1994). “Sampah adalah sumberdaya yang tidak siap pakai.”(Radyastuti, W. Prof. Ir, 1996).
Sampah berasal dar irumah tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan, rumahsakit, pasar, dsb.Secara garis besar, sampah dibedakan menjadi:
1.       Sampah organik/basah
Contoh : Sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah dll yang dapat mengalami pembusukan secara alami.
2.       Sampah anorganik/kering
Contoh : logam, besi, kaleng, plastik, karet, botol, dll yang tidak dapat mengalami pembusukan secara alami.
3.       Sampah berbahaya
          Contoh : Baterai, botol racun nyamuk, jarum suntik bekas dll.

Berikut adalah prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama 4R, yaitu :
-        Mengurangi (bahasa Inggris: reduce)         
Sebisa mungkin meminimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
-       Menggunakan kembali (bahasa Inggris: reuse)
Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bias dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai, buang (bahasa Inggris: disposable).
-       Mendaur ulang (bahasa Inggris: recycle)
Sebisa mungkin, barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industry tidak resmi (bahasa Inggris: informal) dan industry rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
-       Mengganti (bahasaInggris: replace)
Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya biasa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.
Berikut adalah poin-poin penting dalam pengelolaan sampah dan rangkaian pembuangan sampah yang ideal:

1. Pemilahan
             Pemilahan dari sumber dihasilkannya sampah yang terdiri dari sampah organic dan anorgainik
Pemilihan sampah yang masih memiliki sumber energy tinggi
Pemanfaatan kembali sampah yang memiliki resources bernilai tinggi

2. Pewadahan
           Pewadahan individual disediakan di tingkat rumah dengan menyediakan 2 unit penampungan sampah terdiri dari sampah organic dan anorganik
Pewadahan komunal (container atau TPS) khusus  untuk  menampung  berbagai jenis sampah baik organik maupunan organik seperti untuk sampah plastik, gelas, kertas, pakaian/tekstil, logam, sampah besar (bulky waste), sampah B3 (batu baterai, lampu neon, dll) dan lain-lain.

3. Pengumpulan
           Waktu pengumpulan door to door  setiap 1 sampai 2 hari
Waktu pengumpulan sampah dari TPS 1 x seminggu

4. Pengangkutan
            Pengumpulan sampah  dengan compactor truck berbeda untuk setiap jenis sampah.

5. Daur Ulang
            Contoh kegiatan daur ulang adalah antara lain adalah :
Pemanfaatan kembali kertas bekas yang dapat digunakan terutama untuk keperluan eksternal
             Plastik bekas diolah kembali untuk dijadikan sebagai bijih plastik untuk dijadikan berbagai peralatan rumah tangga seperti ember dll
Peralatan elektronik bekas dipisahkan setiap komponen pembangunnya (logam, plastik/kabel, bateraidll) dan dilakukan pemilahan untuk setiap  komponen yang dapat digunakan kembali
Gelas/botolkacadipisahkanberdasarkanwarnagelas (putih, hijaudangelap) dandihancurkan



6. Composting
             Composting dilakukansecara manual atau semi mekanisbaikuntukskala individual, komunalmaupunskalabesar (di lokasi landfill).
Pembuatan lubang biopori yang berfungsi upaya composting juga dan sebagai lubang resapan air.

7. Biogas
            Sampah organik sebagian diolah dengan alat digester sebagai energi (gas bio).
Pemanfaatan gas bio antara lain untuk district heating, energi listrik, dan kompor untuk memasak.

8. Incinerator
            Incinerator komunal dengan kapasitas minimal per unitnya 500 ton per hari.
Energi panas dari incinerator digunakan untuk district heating ( T 50 – 70 derajat Celcius) dan supplai listrik (20 – 40 % pasokan listrik berasal dari incinerator).
Emisi gas dari Incinerator sesuai dengan ketentuan standar kualitas udara termasuk komponen dioxin.

9. Landfill
            Landfill di fasilitasi oleh sarana utama dan sarana penunjang yang lengkap. Pemadatan sampah mencapai kepadatan 700 – 800 ton/m3. Penutupan tanah harian dengan geo textile. Penutupan tanah intermediate memanfaatkan sisa konstruksi bangunan. Penutupan tanah akhir dilakukan dengan sangat ketat dan mencapai  ketebalan 2 – 10m.
Pengolahan gas dilengkapi dengan gas regulator, pompa pengisap gas, alat deteksi gas, turbin, boiler dan lain-lain.
Pengolahan lindi (leachate) dilakukandengan aerator atau oxidation pond
Efluennya harus dialirkan kepipa sewerage yang menuju instalasi pengolahan air limbah (IPAL)
Namun pada kenyataannya, Cara pengendalian sampah yang paling sederhana dan efektif adalah dengan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri sendiri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah. Selain itu diperlukan juga kontrol sosial budaya masyarakat untuk lebih menghargai lingkungan.



*TIM-AW*




Tidak ada komentar:

Posting Komentar